Apa itu Aged Domain, Expired Domain dan Delete Domain

Diwaktu senggang dalam melakukan aktivitas blogging, saya mempunyai kebiasaan yang unik yaitu mencari Aged Domain. Hal ini berawal dari kebutuhan saya dalam membangun jaringan blog pribadi (PBN). Karena ada beberapa domain yang tersisa, akhirnya saya pun mencoba melelang kembali di penyedia domain. Tanpa disangka-sangka dalam waktu kurang dari 2 minggu setelah dilelang ada beberapa anggota lelang yang melakukan BID (Penawaran). Akhirnya domain tersebut laku terjual 10 kali lipat dari harga beli.


Dari sinilah saya menganggap bahwa sebuah domain jika dirawat dan diisi dengan konten-konten berkualitas, pastinya akan menjadi nilai investasi yang tinggi. Terlebih lagi jika domain tersebut mempunyai backlink dari situs-situs authority.

Karena kebiasaan tersebut bernilai positif, akhirnya terus berlanjut sampai sekarang. Sisa domain dari membuat PBN biasanya sebagian saya jual kembali dipelelangan dan sebagian lagi biasanya sudah dipesan oleh rekan sesama blogger di sosial media.

Namun setelah saya mengamati ternyata ada sebagian rekan-rekan blogger pemula yang masih belum paham mengenai perbedaan Aged Domain, Expired Domain dan Delete Domain. Oleh karena itu pada artikel kali ini saya akan membahas secara detail mengenai jenis domain-domain tersebut. Silahkan simak penjelasannya dibawah ini.

Siklus Domain

Sebelum membahas lebih jauh mengenai perbedaan aged domain, expired domain, dan delete domain. Maka ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa yang terjadi setelah sebuah domain memasuki tanggal kadaluarsa sampai bisa didaftarkan kembali. Silahkan Anda simak penjelasannya dibawah ini :


Registered Domain

Perlu Anda ketahui ketika awal mendaftarkan sebuah domain ke penyedia layanan, maka biasanya jangka waktu maksimal registrasi adalah selama 10 tahun. Anda harus memperbaharui registrasi domain tersebut sebelum tanggal kadaluarsa domain berakhir.

Ketika domain yang anda miliki mendekati masa kadaluarsa (expired), pemberitahuan untuk segera melakukan pembaruan (renew) biasanya akan sering dikirimkan ke alamat e-mail yang terdaftar saat registrasi domain.

Anda dapat melakukan pembaruan secara manual (biasanya menghubungi pihak billing tempat pendaftaran domain) atau mengatur opsi auto renew yang akan mengambil deposit anda secara otomatis.

Grace Period (1-45 Hari)

Grace peroid adalah disaat domain sudah melewati masa expired antara hari ke 1 sampai hari ke 45 (bervariasi tiap registrar). Pada masa ini pemilik domain masih bisa memperpanjang domainnya, namun status domain ditahan sementara oleh penyedia layanan.

Pada tahap ini, blog atau situs web Anda yang berjalan menggunakan nama domain tersebut akan dinon-aktifkan. Anda dapat melakukan pembaruan (renew) tanpa perlu membayar biaya tambahan. Domain pun masih tercantum dalam panel domain anda.

Redemption Period (30 Hari)

Tahap berikutnya adalah Redemption Period selama 30 hari setelah melewati masa Grace period. Pada masa ini pemilik domain masih diberi kesempatan untuk memperbaharui domainnya, namun biasanya akan dikenakan biaya yang lebih besar.

Pada masa Redemption Period, pihak registrar (tempat pendaftar domain) berhak untuk melelang domain tersebut dan menyerahkannya kepada pihak lain jika tidak ada klaim dari pemilik sebelumnya. Besarnya biaya charge yang diperlukan untuk menebus domain berbeda-beda tergantung pihak registrar.

Pending Delete (5 Hari)

Apabila pada masa Redemption Period pemilik domain juga tidak lanjut memperbaharui domainnya dan ketika dilelang tidak ada peserta yang menginginkan, maka domain akan memasuki masa Pending Delete selama 5 hari. Ketika memasuki masa ini pemilik domain tidak bisa lagi memperbaharui domainnya dan domain akan segera dihapus oleh pihak registrar.

Available (tersedia)

Setelah domain benar-benar dihapus, maka domain sudah tersedia untuk publik dan bisa dibeli oleh siapapun. Jika anda menginginkannya kembali, anda harus aktif mengawasi dan registrasikan kembali secepatnya saat statusnya sudah available (tersedia).

Setelah kita memahami penjelasan siklus domain diatas, maka Anda sudah mendapatkan gambaran kapan domain tersebut dilelang oleh penyedia dan kapan bisa diregistrasi kembali untuk umum.

Jika kita teliti sebetulnya pihak penyedia domain memberikan waktu yang cukup panjang bagi pemilik domain untuk masih bisa melakukan pembaharuan, walaupun domain tersebut sudah memasuki masa kadaluarsa.

Namun ada banyak faktor yang menyebabkan domain tersebut tidak diperpanjang masa aktif oleh pemiliknya, baik karena sengaja maupun tidak sengaja. Mungkin saya pemilik domain lupa atau bisa jadi memang sengaja dibiarkan hangus.

Aged Domain

Aged Domain adalah domain berumur yang sudah didaftarkan di penyedia dengan jangka waktu yang lama. Sebagian ahli mengatakan minimal umur domain dikatakan cukup umur adalah 1 (satu) tahun. Tentu nya semakin lama umur domain tersebut, maka biasanya semakin baik juga nilai otoritasnya dimata mesin pencari.

Salah satu ciri Aged Domain berkualitas adalah domain yang belum pernah berpindah tangan dari pemilik pertama dan Domain tersebut belum pernah terputus umurnya (Drop) ataupun dihapus oleh pihak register.

Sebelum membeli aged domain wajib melihat history domain tersebut. Bisa anda bayangkan, jika anda adalah tangan ketiga yang memiliki domain berumur tersebut. Oleh pemilik pertama mungkin domain tersebut dirawat dengan baik, lalu ketika sampai pada tangan kedua domain tersebut dipakai sebagai spam. Maka ketika domain sampai ditangan Anda, kualitas domain tersebut tentu saja akan menurun, bahkan tidak layak dipakai untuk batu loncatan situs utama Anda.

Kelebihan Aged Domain

Domain-domain berumur biasanya telah cukup lama eksis untuk dijadikan sebuah blog atau situs web oleh pemilik awal domain tersebut. Oleh karena itu tingkat kepercayaan Search Engine pun semakin tinggi, jika dibandingkan dengan domain-domain baru.

Salah satu yang menjadi kelebihan menggunakan Aged Domain adalah lebih cepat untuk menaikkan ranking Blog atau situs web di mesin pencari. Sampai saat ini kekuatan dari domain-domain berumur masih banyak digunakan oleh pakar SEO untuk menaklukkan keyword-keyword yang kompetitif.

Fungsi Aged Domain

Para ahli SEO banyak menggunakan Aged Domain sebagai backlink. Dengan membuat PBN (Private Blog Network) yaitu sebuah jaringan blog pribadi untuk menaikkan blog utama (Money Sites) di mesin pencari.

Aged Domain juga bisa digunakan Sebagai Redirect 301, yaitu dengan cara mengalihkan Domain berotoritas tinggi ke Blog utama. Meski cukup berisiko, namun cara ini cukup ampuh untuk memaksimalkan SEO offpage sebuah situs.

Dan yang terakhir, tidak menutup kemungkinan sebuah Aged Domain untuk dijadikan sebagai Blog utama (Money Sites). Satu-satunya alasan Aged Domain jarang digunakan untuk money sites adalah karena dari segi nama domain biasanya tidak menarik untuk dijadikan sebuah Brand.

Karena bukan hanya perlu metrik khusus untuk mendapatkan sebuah domain tua berkualitas, tapi juga ketersedian nama domain yang terbatas dipelelangan. Oleh karena itu banyak yang hanya memanfaatkan domain tua ini untuk dialihkan otoritasnya ke domain-domain baru dengan nama brand yang diinginkan.

Cara mencari Aged Domain Berkualitas

Untuk mendapatkan Aged Domain berkualitas ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Hal ini agar Anda tidak salah dalam membeli, karena biaya yang akan Anda keluarkan untuk mendapatkan domain tua berkualitas tentunya sangat mahal. Berikut langkah-langkahnya :


1. Pertama pastikan Aged Domain yang menjadi incaran Anda masih terindeks oleh google.

Caranya dengan mengetikan site:NamaDomain pada mesin pencari

2. Hal kedua yang harus Anda cek adalah mengintip kualitas backlink pada Domain tersebut. Pastikan Domain tersebut mempunyai backlink dari Situs Authority tinggi.

Caranya : Anda bisa menggunakan Tools paling powerfull untuk mengecek backlink yaitu Ahrefs.

3. Selanjutnya periksa history Aged domain. Pastikan domain incaran Anda tidak digunakan untuk situs yang melanggar kebijakan google. Hal lain yang harus Anda perhatikan adalah memastikan domain belum pernah di redirect 301 ke domain lain.

Caranya : Untuk hal ini Anda bisa menggunakan Wayback Machine.

Karena pembahasannya terlalu panjang, maka penjelasan lengkap mengenai Cara mencari Aged Domain Berkualitas akan kita bahas lebih dalam pada Artikel selanjutnya.

Cara membeli Aged Domain

Sebelum membuat artikel ini, saya lebih dahulu melakukan survey dihalaman pertama google mengenai pengertian Aged Domain. Ternyata saya sedikit berbeda pendapat dengan mereka yang menyatakan untuk mendapatkan Aged Domain harus menunggu domain tersebut kadaluarsa terlebih dahulu.

Menurut saya untuk mendapatkan domain berumur tidak harus demikian. Karena bisa saja domain tersebut sengaja dijual oleh pemiliknya sebelum masa expired. Walaupun bukan hal yang mustahil, namun sudah bisa dipastikan pemiliknya akan menjual dengan harga yang tinggi.

Auction Godaddy merupakan salah satu situs pelelangan domain terbesar saat ini. Disana saya pun sering mendapati domain-domain tua yang sengaja dilelang pemiliknya, walaupun domain tersebut belum memasuki masa tanggal kadaluarsa.

Untuk menjadi peserta lelang (member) di godaddy Anda harus mendaftar menjadi Anggota dengan biaya sebesar $4,99 atau kurang lebih $5 dengan masa aktif satu tahun. Biaya untuk mendapatkan Aged Domain bervariasi, tergantung banyaknya penawar domain yang aktif. Semakin banyak yang tertarik mengikuti lelang domain yang menjadi incaran Anda, maka akan semakin tinggi juga harga untuk mendapatkan domain tersebut.

Selain Godaddy, tempat-tempat lain yang menawarkan lelang domain-domain tua adalah Namejet, Snapnames, Sedo, Dynadot, dll.

Namun untuk mendapatkan Aged domain tidak terbatas pada situs-situs tersebut saja. Anda juga bisa membeli Aged Domain di forum-forum jual beli maupun di grup social media.

Expired Domain

Expired Domain adalah domain yang sudah kadaluarsa dan tidak diperpanjang lagi oleh pemiliknya. Domain jenis ini bisa juga disebut Aged Domain, karena pada masa expired domain belum direset umurnya menjadi nol.

Apabila pada Aged Domain belum tentu domain tersebut melewati tanggal kadaluarsa, maka pada expired domain sudah pasti domain tersebut sudah melewati tanggal kadaluarsa. Masih Bingung sob? Oke saya coba sederhanakan lagi.

Pada Aged Domain bisa saja domain tersebut sengaja dijual atau dilelang oleh pemilik sebelum memasuki masa kadaluarsa domain. Sedangkan pada Expired Domain sudah pasti domain tersebut hanya dijual oleh penyedia karena sudah melewati masa kadaluarsa.

Untuk mencari expired domain berkualitas sama halnya dengan mencari Aged Domain dan untuk membeli domain jenis ini Anda wajib mengikuti di situs-situs lelang Domain.

Delete Domain / Dropped Domain

Delete Domain atau Dropped Domain adalah domain expired yang sudah dihapus dari database ICANN (internet corporation for assigned names and numbers) karena sudah tidak diperpanjang oleh pemiliknya dan bisa bisa langsung didaftarkan kembali oleh siapapun.

Domain jenis ini ketika diregister ulang maka umurnya akan kembali menjadi nol. Walaupun demikian banyak pakar seo yang masih memanfatkan Delete Domain untuk dijadikan PBN. Karena walaupun Umur Domainnya terdaftar seperti domain baru lagi,  asalkan memenuhi kriteria, Kekuatan Backlinknya akan kembali apabila di manage dengan baik.

Untuk mencari Delete Domain berkualitas sama halnya dengan mencari Aged Domain dan untuk membeli domain jenis ini Anda bisa langsung meregister domain tersebut dipenyedia domain manapun.

Fresh Domain

Fresh Domain atau Domain Baru adalah domain yang belum pernah diregister dipenyedia manapun. Karena bisa sama-sama langsung diregister dipenyedia domain, mungkin saja Anda terjebak membeli domain yang ternyata adalah sebuah dropped domain. Kalau kebetulan mendapatkan kualitas yang bagus mungkin tidak masalah, namun jika digunakan sebagai domain-domain spam oleh pemilik lama, ehm rugi bandar, ya gk sob?

Untuk mengatasi hal tersebut, maka Anda wajib mengecek Whois Domain tersebut. Pastikan domain baru incaran Anda benar-benar belum diregister di penyedia manapun.

Demikian Penjelasan mengenai istilah istilah domain yang sebetulnya sudah tidak asing lagi di telinga para blogger. Pada Artikel sebelumnya saya juga sudah membahas mengenai Perbedaan Shared Hosting, VPS, dan Dedicated Server.

Semoga setelah kita nanti memasuki Tutorial inti di blog ini, Anda sudah tidak bertanya lagi mengenai Apa itu Aged Domain, Expired Domain dan Delete Domain. Terima kasih, sampai jumpa diartikel berikutnya.